Langsung ke konten utama

Contoh kasus pelanggaran kode etik di bidang Pariwisata


Kode Etik Pariwisata Dunia atau yang dikenal dengan Global Code of Ethics for Tourism (GCET) telah diatur oleh World Tourism Organization (WTO) sejak tahun 1999. GCET merupakan prinsip dasar yang dipakai sebagai acuan untuk pengembangan pariwisata yang mencakup komponen ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan yang berhubungan dengan perjalanan dan pariwisata.

Contoh pelanggaran kasus kode etik dibidang pariwisata : 

Kasus Pelanggaran PT. Garuda Indonesia 2018

Source : Pinterest 

Contoh kasus pelanggaran etika bisnis yang terakhir datang dari pelanggaran yang dilakukan oleh bidang transportasi paling terkenal di negara ini, yaitu PT. Garuda Indonesia. Kasus ini berawal ketika ditemukannya status plat merah dari saham perusahaan ini yang ada di dasar Bursa Efek Indonesia.

Hal ini membuat para pemegang saham menjadi sangat marah sebab kasus tersebut masuk ke dalam kasus penipuan yang sangat fatal. Memiliki status plat merah memiliki arti bahwa saham yang dimiliki oleh perusahaan kualitasnya tidak baik dan digunakan sebagai mainan oleh kalangan trader bursa. Berikut ini beberapa cara agar tidak terjadi lagi kasus yang sama : 

1. Naikan kualitas saham agar tidak dijadikan mainan oleh para Trader.

2. Menyusun beberapa strategi/ tujuan untuk tetap meningkatkan kualitas saham agar tidak dimainkan trader. 

3. Optimalisasikan kualitas yg ada dan selalu optimis meningkatkan penerbangan Indonesia yg sudah sangat terkenal dan milik BUMN.

4. Memberikan perundingan yg adil dan selalu go public ( penawaran umum saham di bursa efek yg berkualitas)

Referensi : 

Boston. Ames, 2021, 17+ Contoh Kasus Pelanggaran Etika Bisnis Terbaru dan Analisisnya (amesbostonhotel.com)  diakses pada tanggal 22 Oktober 2021 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Etika yang perlu di Perhatikan di bidang Pariwisata

Apabila moral merupakan sesuatu yang mendorong orang untuk melakukan kebaikan etika bertindak sebagai rambu yang merupakan kesepakatan secara rela dari semua anggota suatu kelompok. Dunia bisnis yang bermoral akan mampu mengembangkan etika yang menjamin kegiatan pariwisata yang seimbang, selaras dan serasi.” Source : Pinterest   Etika dan perilaku yang baik, yang perlu diterapkan ketika bekerja di industri pariwisata, yaitu: 1. Kebersihan Diri, suatu yg sangat penting bagi pekerja diindustri pariwisata bagi pekerja yang berhubungan langsung dengan costumer.  2. Pengetahuan mengenai bidang industri pariwisata, Hal ini diperlukan demi kelancaran pelaksanaan bekerja dan lebih utama bagi demi baiknya pelayanan terhadap costumer sehingga costumer merasa puas. 3. Tepat waktu, yang sering datang terlambat ketempat kerja menunjukan bahwa dia sudah tidak lagi memperhatikan pekerjaannya disamping kurangnya rasa “respect” terhadap pimpinan. 4. Kepribadian, Karyawan harus dapat bersikap t...